Sabtu, 02 November 2013

makalah KOndisi fisik


MAKALAH

Kondisi Fisik
Latihan Pembentukan Kondisi Fisik dengan Permainan













Isan Rependi
1303054





Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2013



KATA PENGANTAR


            Puji syukur saya hanturkan kepada Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Berkat rahmatnya penulis berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul “Latihan pembentukan kondisi fisik dengan permainan ” ini. Makalah ini disusun dalam rangka menyelesaikan  tugas perkuliahan mata kuliahKondisi fisik untuk syarat melakukan ujian tengah semester (UTS).

            Makalah ini membahas tentang Cara melakukan latihan kondisi fisik siswa dalam Standart Kompetensi & Kompetensi Dasar. dalam hal ini penulis lebih merujuk kepada peserta didik ataupun anak-anak yang sedang menjalani masa pendidikan dasar. Selain itu, penulis juga membahas tentang gerakan-gerakan yang latihan-latihannya.
.
            Penulis menyadari bahwa, makalah ini masih jauh dari sempurna. Namun penulis akan terus belajar dan mencoba memperbaiki hal-hal tersebut untuk  perbaikan masa depan. Untuk itu, kritik dan saran penulis sangat diharapkan demi perbaikan makalah ini pada masa mendatang menjadi lebih baik.

            Semoga Allah selalu menyertai dan meridhoi kita bersama, dalam upaya untuk ikut mencerdaskan bangsa yang berakhlak terpuji. Amiin.





Padang,     Oktober 2013



Penulis




DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................                    1
Daftra Isi .......................................................................................     ..........              2
BAB I : PENDAHULUAN ..............................................................            ..........              3
A.    Latar Belakang ........................................................................   ..........              3
B.     Tujuan ..................................................................................     ..........              4
C.     Rumusan Masalah ..................................................................   ..........              4
BAB II : PEMBAHASAN ...............................................................            ..........              5
A.    Pengertian Kecepatan ..............................................................  ..........              5
B.    Standart Kompetensi ...............................................................  ..........              5
C.    Kompetensi Dasar.....................................................................          5
D.    Tujuan Pembelajaran  ...............................................................          6
E.    Karakter siswa yang diharapkan .................................................           .           6
F.    Bentuk permainan latihan kecepatan ...............................................                   6
BAB III : PENUTUP ......................................................................  ..........              8 A.    Kesimpulan ............................................................................        ..........              8
B.     Saran ....................................................................................     ..........              8
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... ..........              9



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Secara sederhana latihan dapat dirumuskan yaitu segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban, waktu atau intensitasnya.
Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang, secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban.
Berbagai macam bentuk latihan / olah raga yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kesegaran jasmani. Seperti : Senam, berenang, bersepeda, lari dan juga dengan permainan. Salah satu macam latihan yang kita gunakan adalah permainan yang anak-anak sukai dan merasa senang melakukan hal tersebut tampa dengan rasa jengkel atau terpaksa. Dengan itu kita akan membentuk fisik mereka seperti ; Kekuatan (stregth), Kecepatan (speed), Daya tahan  (endorance) , Kelincahan (agelity), Kelentukan (flexibility), Keseimbangan dan lain-lain. Tampa anak-anak itu sadari bahwa ia telah melakukan latihan kondisi fisik yang di ajarkan dengan baik oleh seorang guru.
Selain berguna untuk meningkatkan kesegaran jasmani, latihan kondisi fisik merupakan pro­gram pokok dalam pembinaan atlet untuk berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Atlet yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera yang biasanya sering terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang berat. Kurangnya daya tahan, kelentukan persendian, kekuatan otot, dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera olahraga.
Hal ini disebabkan program latihan kondisi fisik yang dilakukan seseorang siswa/atlit tidak sempurna sebelum dia terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan kegiatan fisik yang lebih berat. Dengan efisien dan efektif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap, pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari ) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.




B.  Tujuan latihan Kecepatan
Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Sesuai dengan tujuannya maka penulis menekanan latihan Kecepatan (speed)  adalah gerak laju yang dihasilkan oleh kontraksi otot dengan kemampuan untuk menempuh jarak tertentu dalam waktu yang sangat cepat/pendek, dan kecepatan dipengaruhi oleh waktu reaksi.

C.  Rumusan Masalah
Bagaimana cara melatih Kecepatan pada siswa dalam bentuk suatu permainan sehingga mencapai Kecepatan (Speed) yang lebih baik ?




PEMBAHASAN


A.    PengertianKecepatan
Kecepatan (speed) Yang dimaksud dengan kecepatan dalam olahraga adalah sebagai gerak laju yang dihasilkan oleh kontraksi otot. Menurut Gallahue (1982: 282), "Speed is theability to cover a short distance in as short a period of time as possible. Speed isinfluenced by reaction time". Jadi kecepatan adalah kemampuan untuk menempuh jarak tertentu dalam waktu yang sangat cepat/pendek, dan kecepatan dipengaruhi oleh waktu reaksi. Waktu reaksi adalah waktu yang dibutuhkan antara mulai adanya rangsang sampai terjadinya gerakan.
Menururt Harsono (1988), kecepatan adalah kemampuan
untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berturut-turut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Komponen kecepatan bergantung kepada beberapa komponen lain yang
mempengaruhinya, yaitu; kekuatan, fleksibilitas, dan waktu reaksi. Menururt Harsono(1988), "Jadi kalau berlatih untuk mengembangkan kecepatan, atlet harus pula dilatih kekuatan, fleksibilitas, dan kecepatan reaksinya, dan tidak hanya semata-mata berlatih kecepatan saja."



B.     Standar Kompetensi
        Mempraktikkan latihan gerak dasar serta kebugaran yang lebih kompleks ke dalam sebuah permainan untuk meningkatkan keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.


C.    Kompetensi Dasar          
        Mempraktikkan aktivitas gerak dan permainan untuk  melatih Kecepatan gerak dengan cepat dan kualitas gerak yang meningkat, serta nilai kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran dengan sebuah permainan sederhana yang mempunyai aturan-aturan yang telah di modifikasi dengan keinginan kita.











D.    Tujuan Pembelajaran
·         Siswa dapat  melakukan aktifitas untuk meningkatkan kebugaran
·         Siswa dapat melakukan latihan kecepatan
·         Siswa dapat melakukan latihan kekuatan dengan kecepatan gerak yang meningkat

E.     Karakter siswa yang diharapkan :
a.       Disiplin ( Discipline )
b.      Tekun ( diligence )
c.       Tanggungjawab ( responsibility)
d.      Ketelitian ( carefulness)
e.       Kerja sama ( Cooperation )
f.       Toleransi ( Tolerance )
g.      Percaya diri ( Confidence )
h.      Keberanian ( Bravery )



F.     Permainan untuk Kecepatan
a.       Lari zikzak dan Sprint menghantarkan bola ke patokan
Alat-alat yang dibutuhkan :
1.      Kerucut pembatas atau patok
2.      Pluit
3.      Jalur atau lapangan
4.      Bola
5.      2 Orang teman
                      Pelaksanaannya
                                                                          i.      Para siswa atau peserta dibagi tiap-tiap kelompok minimal 5 orang dan berbaris
                                                                        ii.      Sikap permulaan
ambil sikap  berdiri membelakangi arena dengan memegang sebuah bola.
554184_208578739323021_1679829195_n.jpg


                                                                      iii.      Setelah peluit di bunyikan, maka memutar badan lansung lari melompati kepala teman dengan membawa bola.
603022_208582312655997_1568972813_n.jpg

                                                                      iv.      Setelah itu masuk lewat bawah pantat teman lalu lari sprint.
1385092_208585145989047_1799580059_n.jpg
                                                                        v.      Lari sprint untuk meletakkan bola di batokan yang telah di tentukan sebelumnya
1381759_208585742655654_1141469092_n.jpg    1383511_208586272655601_647803950_n.jpg
                                                                      vi.      Setelah sampai,,, langsung meletakkan bola dan langsung di lanjutkan sama teman yang lain setelah terkumpul bolanya sebanyak 5 buah di patokan tersebut dengan cepat maka yang terlambat di anggap kalah. Kelompok yang kalah akan di beri hukuman.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Selain berguna untuk meningkatkan kesegaran jasmani, latihan kondisi fisik merupakan pro­gram pokok dalam pembinaan untuk calon-calon atlet masa depan  untuk berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Calon Atlet yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera yang biasanya sering terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang berat.
Kurangnya kecepatan  persendian, kekuatan otot, dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera olahraga. Hal ini disebabkan program latihan kondisi fisik yang dilakukan seseorang ticlak sempurna sebelum dia terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan kegiatan fisik yang lebih berat.

B.     Saran
Untuk setiap calon atlet yang berkecimpung di bidang olahraga manapun di harap kan agar bisa meningkatkan kondisi fisiknya masing – masing, sehingga dalam suatu pertandingan tidak mengalami kelelahan atau pun cedera pada saat latihan, di era yang kaya akan teknologi dan pengertian dan pemahaman dalam peningkatan fisik perlu peningkatan mutu gizi juga.
Setiap guru dalam sebuah pengajaran haruskan mengerti dan memahami cara peningkatan kualitas fisik siswa nya sebagai calon atlit dan bukan hanya fisik saja yang harus dimengerti oleh seorang guru tetapi juga tentang kebutuhan gizi setiap siswa harus diperhatikan oleh setiap guru. Agar kedepanya para guru dapat menciptakan siswa yang mempunyai kualitas fisik bagus dan sehat.






DAFTAR PUSTAKA
-          Dangsina Moeloek., (1994). Dasar Fisiologi Kesegaran Jasmani dan Latihan Fisik. Kumpulan
-          Makalah. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
-          Djoko P.I. (2000). Panduan Latihan Kebugaran (Yang Efektif dan Aman). Yogyakarta: Lukman Offset.
-          M. Sajoto. (1995). Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga.
-          Karyono, 2006. Sang Juara Harus Dicetak. Majalah Psikologi Plus, Edisi Juli 2006.
Nasution, Y. (2007) Latihan Mental Bagi Atlet.
-          Pate RR. Mc., Clengham B., Rotella R., (1993). Dasar-Dasar Ilmiah Kepelatiha, (Scientific Macmillan Company of Australia PTY LTD, 107 Moray Street. Sadoso Sudharno Sastropanular., (1997). Kondisi fisik olahraga...