MAKALAH
Kondisi Fisik
Latihan Pembentukan Kondisi Fisik dengan
Permainan

Isan Rependi
1303054
Pendidikan Jasmani dan
Kesehatan
Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya hanturkan kepada Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Berkat rahmatnya penulis berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul “Latihan pembentukan
kondisi fisik dengan permainan ”
ini. Makalah ini disusun
dalam rangka menyelesaikan tugas perkuliahan
mata kuliahKondisi fisik untuk syarat melakukan ujian tengah semester (UTS).
Makalah
ini membahas tentang Cara melakukan latihan kondisi fisik siswa dalam Standart
Kompetensi & Kompetensi Dasar. dalam hal ini penulis lebih merujuk kepada
peserta didik ataupun anak-anak yang sedang menjalani masa pendidikan dasar.
Selain itu, penulis juga membahas tentang gerakan-gerakan yang
latihan-latihannya.
.
Penulis
menyadari bahwa, makalah ini masih jauh dari sempurna. Namun penulis akan terus
belajar dan mencoba memperbaiki hal-hal tersebut untuk perbaikan masa depan. Untuk itu, kritik dan
saran penulis sangat diharapkan demi perbaikan makalah ini pada masa mendatang
menjadi lebih baik.
Semoga
Allah selalu menyertai dan meridhoi kita bersama, dalam upaya untuk ikut
mencerdaskan bangsa yang berakhlak terpuji. Amiin.
Padang, Oktober
2013
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
...................................................................................... 1
Daftra Isi
....................................................................................... .......... 2
BAB I : PENDAHULUAN .............................................................. .......... 3
A. Latar
Belakang ........................................................................ .......... 3
B. Tujuan
.................................................................................. .......... 4
C. Rumusan
Masalah .................................................................. .......... 4
BAB II : PEMBAHASAN ............................................................... .......... 5
A. Pengertian
Kecepatan .............................................................. .......... 5
B. Standart
Kompetensi ............................................................... .......... 5
C. Kompetensi
Dasar..................................................................... 5
D. Tujuan
Pembelajaran ............................................................... 6
E. Karakter
siswa yang diharapkan ................................................. .
6
F. Bentuk
permainan latihan kecepatan ............................................... 6
BAB III : PENUTUP ...................................................................... ..........
8 A. Kesimpulan
............................................................................ .......... 8
B. Saran
.................................................................................... ..........
8
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... ..........
9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Secara sederhana latihan dapat dirumuskan yaitu segala daya
dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang
sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban,
waktu atau intensitasnya.
Latihan adalah suatu proses yang
sistrematis secara berulang-ulang, secara tetap dengan selalu memberikan
peningkatan beban.
Berbagai macam bentuk latihan / olah raga yang dapat
dilakukan dalam meningkatkan kesegaran jasmani. Seperti : Senam, berenang,
bersepeda, lari dan juga dengan permainan.
Salah satu macam latihan yang kita gunakan adalah permainan yang anak-anak
sukai dan merasa senang melakukan hal tersebut tampa dengan rasa jengkel atau
terpaksa. Dengan itu kita akan membentuk fisik mereka seperti ; Kekuatan (stregth),
Kecepatan (speed), Daya
tahan (endorance) , Kelincahan (agelity), Kelentukan (flexibility),
Keseimbangan dan lain-lain. Tampa anak-anak itu sadari bahwa ia telah
melakukan latihan kondisi fisik yang di ajarkan dengan baik oleh seorang guru.
Selain berguna untuk meningkatkan
kesegaran jasmani, latihan kondisi fisik merupakan program pokok dalam
pembinaan atlet untuk berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Atlet yang
memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan
cedera yang biasanya sering terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang
berat. Kurangnya daya tahan, kelentukan persendian, kekuatan otot, dan
kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera olahraga.
Hal ini
disebabkan program latihan kondisi fisik yang dilakukan seseorang siswa/atlit
tidak sempurna sebelum dia terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan
kegiatan fisik yang lebih berat. Dengan efisien dan efektif tanpa mengalami
kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan
tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap, pembebanan fisik yang
diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari ) tanpa menimbulkan
kelelahan yang berlebihan.
B. Tujuan latihan Kecepatan
Tujuan pokok dari
latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani
bagi atlet. Sesuai dengan tujuannya maka penulis menekanan latihan Kecepatan (speed) adalah gerak laju yang dihasilkan oleh kontraksi otot dengan kemampuan untuk
menempuh jarak tertentu dalam waktu yang sangat cepat/pendek, dan kecepatan
dipengaruhi oleh waktu reaksi.
C. Rumusan
Masalah
Bagaimana cara melatih Kecepatan pada siswa dalam bentuk suatu permainan sehingga
mencapai Kecepatan (Speed) yang
lebih baik ?
PEMBAHASAN
A.
PengertianKecepatan
Kecepatan (speed) Yang dimaksud dengan kecepatan dalam olahraga adalah
sebagai gerak laju yang dihasilkan oleh kontraksi otot. Menurut Gallahue (1982:
282), "Speed is theability to cover a short distance in as short a period
of time as possible. Speed isinfluenced by reaction time". Jadi kecepatan
adalah kemampuan untuk menempuh jarak tertentu dalam waktu yang sangat
cepat/pendek, dan kecepatan dipengaruhi oleh waktu reaksi. Waktu reaksi adalah
waktu yang dibutuhkan antara mulai adanya rangsang sampai terjadinya gerakan.
Menururt Harsono (1988), kecepatan adalah kemampuan
untuk
melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berturut-turut dalam waktu yang
sesingkat-singkatnya, atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu
sesingkat-singkatnya.
Komponen kecepatan bergantung kepada beberapa komponen lain yang
mempengaruhinya,
yaitu; kekuatan, fleksibilitas, dan waktu reaksi. Menururt Harsono(1988),
"Jadi kalau berlatih untuk mengembangkan kecepatan, atlet harus pula
dilatih kekuatan, fleksibilitas, dan kecepatan reaksinya, dan tidak hanya
semata-mata berlatih kecepatan saja."
B.
Standar Kompetensi
Mempraktikkan
latihan gerak dasar serta kebugaran yang lebih kompleks
ke dalam sebuah permainan
untuk meningkatkan keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
C.
Kompetensi Dasar
Mempraktikkan
aktivitas gerak dan permainan untuk
melatih Kecepatan gerak dengan cepat dan kualitas gerak yang meningkat, serta nilai
kerja keras, disiplin, kerjasama, dan kejujuran dengan
sebuah permainan sederhana yang mempunyai aturan-aturan yang telah di
modifikasi dengan keinginan kita.
·
Siswa dapat melakukan aktifitas untuk meningkatkan
kebugaran
·
Siswa dapat
melakukan latihan kecepatan
·
Siswa dapat
melakukan latihan kekuatan dengan kecepatan gerak yang meningkat
E. Karakter siswa yang diharapkan :
a. Disiplin ( Discipline
)
b. Tekun ( diligence
)
c. Tanggungjawab ( responsibility)
d. Ketelitian ( carefulness)
e. Kerja sama ( Cooperation
)
f. Toleransi ( Tolerance
)
g. Percaya diri ( Confidence
)
h. Keberanian ( Bravery
)
F.
Permainan untuk Kecepatan
a. Lari zikzak dan Sprint menghantarkan bola ke patokan
Alat-alat yang
dibutuhkan :
1. Kerucut pembatas atau patok
2. Pluit
3. Jalur atau lapangan
4. Bola
5. 2 Orang teman
Pelaksanaannya
i.
Para
siswa atau peserta dibagi tiap-tiap kelompok minimal 5 orang dan berbaris
ii.
Sikap
permulaan
ambil
sikap berdiri
membelakangi arena dengan
memegang sebuah bola.

iii.
Setelah
peluit di bunyikan, maka memutar badan lansung lari melompati kepala teman
dengan membawa bola.

iv.
Setelah
itu masuk lewat bawah pantat teman lalu lari sprint.

v.
Lari
sprint untuk meletakkan bola di batokan yang telah di tentukan sebelumnya

vi.
Setelah
sampai,,, langsung meletakkan bola dan langsung di lanjutkan sama teman yang
lain setelah terkumpul bolanya sebanyak 5 buah di patokan tersebut dengan cepat
maka yang terlambat di anggap kalah. Kelompok yang kalah akan di beri hukuman.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Selain berguna untuk meningkatkan kesegaran jasmani,
latihan kondisi fisik merupakan program pokok dalam pembinaan untuk
calon-calon atlet masa depan untuk
berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Calon Atlet yang memiliki tingkat
kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera yang
biasanya sering terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang berat.
Kurangnya kecepatan persendian, kekuatan otot, dan kelincahan
merupakan penyebab utama timbulnya cedera olahraga. Hal ini disebabkan program
latihan kondisi fisik yang dilakukan seseorang ticlak sempurna sebelum dia
terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan kegiatan fisik yang lebih
berat.
B.
Saran
Untuk setiap calon atlet
yang berkecimpung di bidang olahraga manapun di harap kan agar bisa
meningkatkan kondisi fisiknya masing – masing, sehingga dalam suatu
pertandingan tidak mengalami kelelahan atau pun cedera pada saat latihan, di
era yang kaya akan teknologi dan pengertian dan pemahaman dalam peningkatan fisik
perlu peningkatan mutu gizi juga.
Setiap guru dalam sebuah
pengajaran haruskan mengerti dan memahami cara peningkatan kualitas fisik siswa
nya sebagai calon atlit dan bukan hanya fisik saja yang harus dimengerti oleh
seorang guru tetapi juga tentang kebutuhan gizi setiap siswa harus diperhatikan
oleh setiap guru. Agar kedepanya para guru dapat menciptakan siswa yang
mempunyai kualitas fisik bagus dan sehat.
DAFTAR PUSTAKA
-
Dangsina Moeloek., (1994). Dasar
Fisiologi Kesegaran Jasmani dan Latihan Fisik. Kumpulan
-
Makalah. Jakarta: Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
-
Djoko P.I. (2000). Panduan
Latihan Kebugaran (Yang Efektif dan Aman). Yogyakarta: Lukman
Offset.
-
M. Sajoto. (1995). Peningkatan
dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga.
-
Karyono,
2006. Sang Juara Harus Dicetak. Majalah Psikologi Plus, Edisi Juli 2006.
Nasution, Y. (2007) Latihan Mental
Bagi Atlet.
-
Pate RR. Mc., Clengham B., Rotella
R., (1993). Dasar-Dasar Ilmiah Kepelatiha, (Scientific Macmillan Company
of Australia PTY LTD, 107 Moray Street. Sadoso Sudharno Sastropanular., (1997).
Kondisi fisik olahraga...